Saturday, March 1, 2014

Seasons to Remember

Haii! Buat kalian yang suka baca blog ini, kalian suka baca buku enggak? Atau lebih tepatnya novel mungkin? Kalau iya, berarti kita satu hobi! :D *tooss* nah, kalian udah punya berapa novel? Kalau aku sih yaa banyak, cuma itu yang golongannya ke anak-anak atau remaja, kalau yang di sejajarin kayak Ilana Tan gitu aku baru punya dikit, kenapa? Karena.................. Harganya mahal. Terus, aku kalo beli tuh harus hati-hati.. Soalnya, kalau novelnya terlalu yaa dewasa gitu suka gak boleh, kalian tau kan novel Ilana Tan yang 4 musim itu? Tau covernya? Nah aku gak bakal boleh beli itu, soalnya ya karena covernya aja udah nunjukin ceritanya gimana, jadinya gak boleh deh... *jadicurhat*

Tapii jangan salaahh XP walaupun belum punya sampe 10 novel yang jenisnya kayak gitu ( jenis yang mahal harganya wkwk ), aku udah baca lumayan banyak dong hahahaha.. Darimanaaa? Minjem dong! Alhamdulillah banget kakak kelas, adek kelas, gak jauh-jauh juga deh temen sekelas juga ada yang suka baca novel begitu, dan mereka di bolehin belinya :') Jadinya yaa aku minjem-minjem deh! Kalau dari 'pinjaman' itu, aku udah baca Summer in Seoul, Autumn in Paris, Spring in London, Seasons to Remember, Sunshine Becomes You, The Chocolate Kiss, Refrain, Remember When, Truth or Dare, sama Rain Over Me. Lumayan juga kan tuuhh ;p bisa hemat uang tapi udah tau ceritanya wkwkwkwk.. Kalau yang udah aku punya sih gak sebanding sama yang pinjaman itu :/ aku itu punyanya novel London, Till We Meet Again, Tokyo, Pssst...! 5 sahabat, 5 negara, 5 rahasia. Baru 4 kayaknya :| ada yang mau beliin lagi? Duh silahkan dengan senang hati aku menerimanya :') tapiii, udah ada seseorang yang janji mau beliin aku 4 novel! Yeaayyy~ Tapi masih banyak lagi loh yang pengen aku beli sebenernya, yaa cuma masalah di atas tadi itu aja jadinya gak bisa :(

Oke udah kan ya sesi curhatannya..... Jadi, maksud aku nulis post ini itu, aku mau nulis kutipan-kutipan menarik yang aku dapat dari novel Seasons to Remember karya Ilana Tan. Buku ini tipis, tapi harganya setara kayak buku yang tebel-tebel-_____- Harusnya dari judulnya aja udah ketauan kan isinya gimana? ._. Jadi, isinya itu kutipan-kutipan gitu di 4 novel musim itu, di gabungin terus di jadiin satu gitu deh =D Nah, kalau baca buku itu aku jadi sedih lagi, apalagi yang Autumn in Paris :''') itu bener-bener sedih. Jadi ceritanya nih, kan aku baca tuh di sekolah pas istirahat, nah pas banget tuh pas bel masuk aku udah selesai baca. Dan itu aku nangis. Pas pelajaran LTQ aku masih gak bisa berhenti nangis-_- Untung aku bawa tisu ya wkwk.. Jadi masih kebayang ceritanya dan itu bikin aku nangis udah berhenti-eh nangis lagi-________________- Ah udah ini kenapa jadi curhat muluuuu -.- Aku pas baca buku Seasons to Remember itu hari Kamis, dan itu sehari langsung selesai, dan aku juga udah catet ulang kutipan-kutipan yang menurut aku menarik. Dan mau aku tulis sekaraaangg :D Mari kita bernostalgia dengan cerita 4 musimnya Ilana Tan! :'D
Itu novel 4 musimnya. Aku udah baca semua kecuali Winter in Tokyo :') 


Ini nih cover Seasons to Remember. Unik juga kan covernya! :D

Kutipan-kutipan kata yang ada di novel Seasons to Remember 

"Aku hanya ingin melihatmu gembira seperti sekarang, itu saja"

"Seandainya masih ada harapan sekecil apapun untuk mengubah kenyataan, ia bersedia menggantungkan seluruh hidupnya pada harapan itu"

"Ia tidak boleh penasaran karena rasa penasaran itu akan terus menggerogotinya seperti lubang di gigi yang bisa membuat seluruh badan ikut sakit"

"Senjata utama untuk menghadapi orang-orang adalah senyuman yang manis dan sopan"

"Ia tidak mau disuruh menebak isi pikiran wanita. Terlalu rumit dan ia tahu ia takkan berhasil menebak dengan benar"

"Kalau tidak tahu kesalahanmu, tidak perlu minta maaf"

"Aku tidak pernah menyesal mengenalmu. Percayalah padaku"

"Apakah ada yang tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak boleh dicintai? Aku tahu"

"Hidup ini sungguh aneh, juga tidak adil. Suatu kali hidup melambungkanmu setinggi langit, kali lainnya hidup mengempaskanmu begitu keras ke bumi. Ketika aku menyadari dialah satu-satunya yang paling ku butuhkan dalam hidup ini, kenyataan berteriak di telingaku dia juga satu-satunya yang tidak boleh ku dapatkan"

"Pasti butuh waktu lama sebelum aku bisa menatapnya tanpa merasakan apa yang ku rasakan setiap kali aku melihatnya. Mungkin suatu hari nanti, aku tidak tahu kapan, rasa sakit ini akan hilang, dan saat itu kami baru akan bertemu kembali"

"Sekarang... saat ini saja... untuk beberapa detik saja... aku ingin bersikap egois. Aku ingin melupakan semua orang, mengabaikan dunia, dan melupakan asal-usul serta latar belakangku. Tanpa beban, tuntutan, ataupun harapan, aku ingin mengaku. Aku mencintainya"

"Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia. Sesederhana itu"

"Orang yang membutuhkan perubahan suasana biasanya ingin melupakan sesuatu"

"Kenapa harus takut gelap kalau ada banyak hal indah yang hanya bisa dilihat sewaktu gelap?"

"Zaman sekarang ini semuanya harus serbalangsung. To the point"

"Seharusnya ia tahu. Seharusnya ia sadar. Mimpi tidak akan bertahan lama. Ia boleh saja hidup dalam mimpi. Tetapi cepat atau lambat kenyataan akan mendesak masuk. Dan ketika kenyataan mendesak masuk dan berhadapan denganmu, kau hanya bisa menerima"

"Kau tidak punya alasan untuk cemburu bukan?"

"Ingatanku bisa saja bermasalah, tapi aku tahu apa yang kurasakan"

"Dan ketika dia menatap ke arahku, jantungku serasa berhenti berdegup. Aku tidak bisa menjelaskannya, tapi saat itu.... aku merasa sangat senang melihatnya"

"Aku akan tetap disini. Bersamamamu. Apakah kau mau menerimaku?"

"Aku sudah kembali. Apakah kau juga akan kembali padaku?"

"Saat itu aku ada di belakangmu. Aku bisa melihatmu. Aku selalu melihatmu"

"Dia tidak melakukan apa-apa. Dia juga tidak perlu melakukan apa-apa. Yang paling penting adalah kenyataan bahwa dia ada dan saya bisa melihatnya"

"Yang harus saya lakukan hanyalah melihatnya. Hanya melihatnya, dan saya akan merasa saya bisa menghadapi segalanya"

"Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu sejak dulu. Sampai sekarang aku belum mengatakannya karena.... yah, karena berbagai alasan. Dan alasan utamanya adalah karena aku takut. Kalau aku mengatakannya, reaksi apa yang akan kau berikan? Apakah kau akan menerima pengakuanku? Apakah kau akan percaya padaku? Apakah kau masih akan menatapku seperti ini? Tersenyum padaku seperti ini? Atau apakah justru kau akan menjauh dariku? Meninggalkanku? Tapi aku tahu aku harus mengatakannya padamu. Aku tidak mungkin menyimpannya selamanya. Entah bagaimana reaksimu nanti setelah mendengarnya, aku hanya berharap satu hal padamu. Jangan pergi dariku. Tetaplah di sisiku"

"Kesibukan adalah pelindungnya. Kesibukan itu bisa mengalihkan perhatiannya. Kesibukan bisa mmebuatnya tidak memikirkan hal-hal yang tidak ingin dipikirkannya"

"Apakah kau benar-benar bisa berteman dengan orang yang bisa membangkitkan mimpi-mimpi terburukmu"

"Kau tahu, aku menyadari sesuatu selama berada di sini. Aku rindu padamu"

"Tapi sekarang aku sudah merasa jauh lebih baik. Karena aku sudah mendengar suaramu"

"Masa lalu tidak akan berubah"

"Apakah kau percaya padaku? Kuharap kau bisa. Kalau bukan sekarang, mungkin suatu hari nanti"

"Aku bukannya ingin menghindarimu. Aku tidak akan bisa menghindarimu walaupun aku ingin"

"Tidak ada yang salah dengan dirimu. Kau hanya mencintainya"

"Kau sudah berhasil menghadapi masa lalumu, mimpi burukmu. Sekarang waktunya kau menghadapi apa yang ada dalam hatimu"

"Katakan padaku, apa yang di milikinya yang tidak kumiliki?"

"Dan di atas segalanya, aku ingin kau percaya padaku ketika kukatakan bahwa aku mencintaimu"

"Aku percaya padamu. Dan..... terima kasih karena sudah menungguku"

Yaapp totalnya jadi ada 37 yaa kutipan di atas :D Kebanyakan gak sih? ._. Apa masih kurang? Pokoknya maaf lah ya kalo emang kebanyakan atau kedikitan .-. Di antara kutipan di atas, ada yang pas atau sreg gak sih sama kalian? KALAU BUAT AKU SIH ADA YAAA HAHAHAHAHA XD Yang mana? Ada deehh :p Pokoknya, kutipan di atas udah aku saring dari kutipan-kutipan lainnya, dan itulah kutipan yang bisa mencuri hatiku *ceilahlebayamat* Oh ya, maaf lagi karena aku lupa kutipan itu berasal dari novel yang mana, soalnya enggak aku tulis sebelumnya ._. Tapi kalau gak salah, itu kebanyakan kutipan dari novel Autumn in Paris :'D 

Semoga kalian gak bosen ya bacanya^^ di baca loh itu kutipannya, bisa aja jadi memotivasi kan? :)) Nanti aku hadir lagi kok dengan kutipan dari novel lainnya, tunggu aja hahahaha ;D Oh ya maaf lagi nih kalau misalkan kutipan di atas ada yang typo, soalnya pas ngetik aku gak liat keypadnya, aku liat notebookku yang ada kutipan di atas itu, jadi aku menyerahkan kepada insting mengetikku saja *gayanya* 

Oke karena ini udah malem, udah dulu yaa.. Mana lusa UTS lagi, do'ain yaa :-) Terima kasiih! 

No comments: